The End of It

/
2 Comments

Hmmm… sorry telat berkabar lagi…
Dan sekarang banyak pertanyaan ke aku kenapa aku menghapus beberapa blog post aku.
Dan inilah jawabannya…
Jeng jeng jeng…

Goal Yang Tidak Tercapai

Ok… inti dari penghapusan post saya karena… well… ternyata setelah beberapa hari berjalan, tidak menghasilkan tujuan yang aku harapkan kenapa post itu dibuat.

Pada awalnya, aku berpikir, dengan mem-posting-kan hal - hal tersebut, para penonton bisa mengetahui seberapa keras kita - kita (tim CGI khususnya) berusaha untuk mewujudkan sesuatu yang hampir impossible dengan kondisi yang ada, and we made it!
Dan tentu juga, sebenarnya buat referensi untuk tim CGI lain jika sedang berproduksi, apa yang baik untuk dilakukan dan apa yang kurang baik untuk dilakukan.
Jadi sebenernya pengen buat kayak Post Mortem gitu, tapi sepertinya penyampaiannya salah.

But well… the reality doesn’t agree with that. Banyak beberapa pihak yang melihat tidak dengan cara yang sama dengan yang aku lihat, mungkin juga karena aku menulisnya yang terlalu subjective.
Bahkan dengar - dengar (again karena cuman dengar, gak 100% akurat) ada pihak lain yang menggunakan tulisan aku untuk menyerang pihak lainnya lagi, and that’s not good.

Lumayan Tidak Akurat

Satu - satu hal kelemahan blog post tersebut adalah aku menulisnya sangat terlalu subjective sehingga hanya melihat dari satu sudut pandang.
Dan itu menjadikannya tidak akurat yang pada akhirnya pun menyakiti beberapa pihak karena tidak akurat.
Apalagi setelah diberitakan apa yang terjadi, saya sadar ternyata memang lumayan berbeda dari perspective yang saya lihat.
Ternyata banyak sesuatu yang terjadi di belakang (behind behind the scene?), yang aku tidak tahu, dan malas untuk mencari tahu, sehingga saya berhentikan blog post tersebut, karena tidak mau terjadi asumsi - asumsi yang tidak jelas.

Dialog Dengan Teman

Jadi waktu itu aku juga sempat mendapatkan saran dari teman. Apakah blog post nya mending dilanjutkan atau diberhentikan karena ternyata tidak sesuai harapan. Dia hanya menanyakan, apakah saya bahagia kalau dilanjutkan.
Pada awalnya, mungkin saya menjawab ya, tetapi setelah beberapa waktu, goal saya menjadi jauh dan ternyata banyak hal yang lebih membuat saya tidak bahagia seperti blog saya disalahgunakan dan ternyata melukai beberapa pihak, saya mulai memikirkan pertanyaan itu kembali.

Dan dengan teman lainnya, dia mengatakan bahwa ini tindakan tidak profesional, dan sebagai profesional, kita hanya mengerjakan apa yang diminta, dan menulis blog itu bukan salah satunya.

Dan aku mengelak dengan mengatakan bahwa blog tersebut aku tulis dengan subjective dan jujur dalam perspective aku (which is belum tentu akurat).
Dan pertanyaan selanjutnya yang dilempar adalah, apakah menurut kamu blog tersebut sesuai etika?
Dan aku pun terdiam dan memikirkan semua perkataan teman - teman saya.

Kemudian hari Rabu, tanggal 21 Januari 2015, pada siang hari, resmi saya menurunkan tulisan saya tersebut.

Banyak Pihak Terluka

Melukai pihak lain bukanlah tujuan blog post tersebut, seperti yang saya sudah jelaskan sebelumnya.
Dan teman saya pun mengatakan, walaupun saya merasa tidak mempunyai niatan tersebut dalam menulis blog tersebut, pendapat dan persepsi orang tentang blog itu bisa berbeda - beda.
Dan ternyata dia benar.

Jadi saya minta mohon maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dan dirugikan, terutama kepada pihak yang telah saya bawa - bawa dalam postingan saya sebelumnya, yaitu Mas Jo, Pak Dhoni, Mas Heri, Mas Dani, Mas Sam, Mas Darta, Mas Aby, Mas Dolly, Mas Diyoz, Imad, Izak, Kak Rangga, Pak Dani dan Pak Dani yang satunya lagi, Kak Alfan, Mas Panji, Mas Latif, Mas Biyan, teman - teman yang ikut berjuang di SSR yang saya gak sempat sebutkan namanya, dan tentunya juga tidak hanya perorangan, tetapi juga kepada institusi seperti SSR, Putaar Production, sama FX Krakatoa.

Semoga dengan posting-an kali ini dapat memahami jika saya tidak memiliki intensi untuk melukai siapapun.
Karena kembali lagi blog post tersebut bertujuan untuk bahan pembelajaran (dan tentunya menunjukkan how awesome we are :v).

The End

Jadi karena banyak hal buruk yang muncul dibandingkan baiknya, saya yakin dengan diturunkan blog post tersebut merupakan pilihan yang terbaik.

Walaupun saya sadar sesuatu yang telah diungkapkan di internet tidak bisa 100% hilang karena mungkin saja ada orang yang lumayan kurang kerjaan untuk men-screenshot atau menyalin blog saya ntah untuk tujuan apa.
Saya tidak bisa mengontrol internet, jadi saya hanya bisa berpesan, yang mempunyai salinan atau screenshot blog saya agak tulisan tersebut jangan disalahgunakan, dan kalau bisa jadikan itu sesuatu yang lebih bermanfaat.

Oukay… That’s it…
Dalam tema pengembangan diri atau self-improvement, aku juga mendapatkan suatu quote yang menarik dan aku suka selama kerja dalam produksi tersebut.

Tidak ada orang yang maju jika tidak pernah tersinggung

Sebenarnya banyak versi seh yang mengatakan hal yang sama, seperti “Jalan menuju sukses adalah melalui kegagalan”.
Dan kita telah mengalami satu kegagalan, dan itu membuat kita satu langkah di depan yang belum memulai, which is awesome.

Oh ya, last thing… Kalau misalnya DVD nya sudah keluar, beli aja, siapa tau ada shot CGI yang kalian penasaran gimana buatnya, dan siapa tahu aku bisa bantu kasih tau caranya (dan mungkin aku bisa minta VFX Artist yang ngebuat shot itu ngejelasin).

Oukay… That’s all guys… Bye~ :D

Written with StackEdit.



You may also like

2 komentar:

  1. No no no, you don't understand. Blog2 yg kemaren udah bagus.

    Bahkan gw gak merasa penulisannya subjektif. Somewhat, dari tulisan2 lo, gw ngerasa lo sebenernya gak suka kerja disitu, kelihatan sedikit rasa benci setelah lo dapet job disana, dan lo menyampaikan kejelekan2nya khususnya di bagian ke-5 itu, yg workflow-nya acakadut.

    Basically, I give you my thanks for the blogs. Yang salah sama sekali bukan elu ato kru vfx lainnya. Sebelumnya gw minta maaf kalo kalimat yg gw ketik berikutnya sangat absurd: tapi gw ngerasa elo tuh orang yg apes dapet kerjaan kayak gini. Semoga lain kali dapet kerjaan yg atasannya orang bener.

    Akhirnya yang salah siapa? Yang punya proyek tentunya. Dikata gampang bikin film tanpa make storyboard? Cuman make bahasa kalbu? Gw yg graphic designer aja selalu memulai dengan sketsa.

    Intinya sih buat yg jabatan2 atas tsb (y'know who I mean), kalo belom bisa terbang, ya jangan dipaksa. Hasilnya apa? Ya begitulah.

    BalasHapus

alijaya. Diberdayakan oleh Blogger.