Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
It’s 1987. In the middle of the park there is a big willow tree on the mound. It is said that if we stand under that tree and promise something, we will able to keep that promise until we die. But that’s just a rumor.

“Come on Levy! Lets go to that tree and play there! I think it will be fun!”

“Wait up Dre! I can’t run that fast!”

Dre grabs Levy hand and pull her to run. “Wait!”. Levy falls down and starts to cry. “Come on! Don’t cry Levy, you are seven years old, crying is only for babies, we don’t do anymore.”

Levy cries louder. “Okay, I’m sorry, okay?”. Levy nods her head. “My knee... It hurts”. “Which one?”. Levy points her right knee and suddenly Dre kisses Levy’s right knee. “What is that?”. “It’s a get-well kiss, feeling better?”. “Yes... thank you.”, Levy replied it with smile. “Great! Now we can play under the willow tree!”.

They arrived at the tree, and start to chat. “Someday I will marry you!”, Dre says that proudly. “What?”. “Levy, I love you, I want that we will be together ever after. Someday I will make a kingdom of love, and you will be the princess and I will be the knight that protect your heart”. “But...”. “I want to protect you from any harm, and be there to kiss your wound so you can smile again.”. Dre touches Levy’s cheek. But Levy grabs Dre’s hand and puts it away slowly. “But... you will go to other country right?”. “Yes..., but...”. “And you will begin to forget me.”. “No, I won’t.”. “But It can be, right?”. “Okay then, I will make a promise to you under this willow tree. I promise that I will remember you forever ever after!”. Dre stands and shouts so that sound can beat any sound in the world.
Dia... masuk ke dalam bus seperti biasanya, angin berhembus di belakangnya melalui sela - sela lekuk tubuhnya yang indah dan cahaya matahari menyiraminya dengan begitu rata sehingga laki - laki yang duduk dekat dengan pintu masuk itu dapat melihat dengan jelas dengan wanita yang dia tunggu - tunggu itu, Mia Anastasya. Mia melewati bangku depan dan melewati laki - laki tersebut, sambil tersenyum kecil kepada penumpang - penumpang lain dan mencari tempat duduk untuknya. Mia pun duduk dengan manis di salah satu kursi di sebelah kanan dan menatap ke luar, memandangi hingar bingar aktivitas di luar jendela yang membatasinya dengan dunia luar. Dia memandangi jendela dengan seksama seperti semua misteri dunia terdapat pada jendela tersebut. Di lain pihak, laki - laki yang di bangku depan tetap menatapi si wanita itu, melihat gerak geriknya yang lambat dan gemulai tersebut.


Laki - laki itu melihat kursi kosong yang ada di sampingnya dan memikirkan kenapa wanita tersebut tidak duduk disampingnya. Laki - laki yang bernama Gustav Neo itu pun hanya bisa menghela nafas dan menunggu kesempatan untuk dapat menyapa Mia. Dia berpikir mungkin saat Mia turun dari bus dia dapat mengejarnya, dan mungkin, ya mungkin memberikan kartu namanya dan berbincang ajak kenalan. Walaupun mungkin Mia tidak mengetahui Gustav, Gustav sudah memperhatikan Mia sejak lama, mungkin 1 bulan terakhir, dia memerhatikan Mia setiap hari di dalam bus tersebut.
alijaya. Diberdayakan oleh Blogger.