Simple World

/
0 Comments


Ini adalah salah satu film singkat yang pernah saya buat. *hanya satu sampai sekarang, semoga bisa nambah.

Ini dibuat pas kelas 2 SMA, kalau tidak salah ingat, dalam rangka SEO (Southeast Asian English Olympics) yang diselenggarakan di Binus.

Saya mengikuti salah satu kompetisinya yaitu Short Movie Making dengan bertemakan One Dream.
Setiap peserta hanya diberikan durasi untuk film singkat maksimal 5 menit.
Dan jadilah film ini.



Saya cukup kesulitan untuk memikirkan cerita apa yang akan saya buat dengan waktu begitu singkat, dan saya akhirnya memilih cerita tentang ya... mengejar cita - cita.

Dan saya pun tidak dapat memenangkan kompetisi tersebut, tetapi saya cukup senang karena saya berhasil membuat suatu cerita menjadi suatu film.

Dalam memilih cerita, saya sepertinya salah dalam memilih, karena dalam cerita saya memerlukan koneksi yang cukup kuat antara penonton dengan alur ceritanya supaya ceritanya 'ngena', tetapi dalam waktu 5 menit sungguhlah sulit untuk membuat koneksi begitu kuat antara penonton dengan cerita, sehingga cerita ini gagal memukau juri. Dan karena menggunakan bahasa Inggris, dan kita juga bukan native, kita agak sulit menghafal dan mengucapkan bahasa Inggris, sehingga dalam film kurang jelas apa yang diucapkan jika tidak menggunakan subtitle. (Dan film yang kita kumpul tidak menggunakan subtitle, sehingga mungkin juri juga agak - agak nontonnya karena kurang mengerti).

Dan film ini saya buat untuk mengingatkan saya juga, agar terus mengejar cita - cita walaupun banyak halangan dan semua orang berkata tidak.

Untuk teknis pembuatan film, kalau tidak salah ini dibuat dalam waktu sebulan, sebenarnya bisa kurang, tetapi mengumpulkan semua kru di satu tempat tidaklah mudah karena masih sibuk oleh kesibukan masing - masing.

Untuk tempatnya kita memakai 4 lokasi, yaitu sekolah, rumah, dan 2 restoran.
Jadi kita pun harus menghadapi masalah perizinan.
Untuk sekolah apalagi kita memakai tempat yang bisa dikatakan agak berbahaya, di adegan awal, kita harus berurusan dengan Wakil Kepala Sekolah, untung ini didukung, sehingga kita bisa lancar - lancar saja walaupun ada beberapa hal yang agak bikin seret seh.
Terus untuk rumah pas adegan masak - memasak *LOL, saya memakai rumah Leo teman saya yang jadi pemeran utama, dan kita masak beneran, terus dimakan hasil masakannya LOL. Niat banget ==a...
Kemudian untuk restoran pertama, saat ada tampil di panggung, karena teman saya ada kenalan, jadi bisa la di lobi - lobi untuk penggunaan panggung, yang kali ini lumayan ada tantangan karena ada pelanggan restoran juga yang lagi makan, tapi untung kayaknya pada gak peduli, jadi kita bisa melakukan shooting walaupun malu setengah mati.
Untuk restoran terakhir dan untuk adegan terakhir, itu direstoran yang lain, kali ini kami lelah dengan perizinan jadi langsung hajar aja tanpa izin, karena adegannya lumayan singkat juga seh. Tapi ya kami pesen makanan beneran LOL.

Untuk shooting pun menjadi masalah utama juga. Karena ya aktor dan aktrisnya juga baru newbie gitu dalam hal seni peran, dan saya sebagai sutradara juga newbie banget, ya satu adegan bisa take berkali - kali. Penyebab utamanya seh yang paling sering adalah ketawa... ya itu ==a... Yang lain paling - paling lupa skenario dll.
Tapi lucu juga diinget - inget.

Kemudian masalah yang lain adalah, kualitas suara, jika saya menggunakan suara langsung di camcorder, ancur dah pasti suaranya, sudah kecil terus ada noise nya, dan ntah ada suara apa lagi yang lain. Misalnya suara hujan, pas di restoran pertama itu, cuaca lagi hujan *doeng. Terus ada suara orang teriakan dll lah. Sehingga kami harus mendubbing ulang dari awal. Dan kami mengambil jam pelajaran sekolah untuk mendubbing *yeah, bolos XD.
Dubbingnya juga menjadi masalah juga, walaupun ada teks naskah, mereka masih bisa ketawa. Dan juga kadang - kadang kurang pas dengan video, atau kadang - kadang intonasi mereka rada - rada aneh.
Dan alat dubbingnya pun agak ribet, kita harus menyediakan mic, amplifier, kemudian laptop, karena saya tidak mempunyai amplifier, saya pinjem dari ruang kesenian di sekolah XD.

Untuk editing saya menggunakan iMovie, yeah aku tau itu iMovie gak bisa dikasih efek apa - apa, kagak secanggih Adobe Premiere atau Final Cut, tapi saya rasa iMovie sudah cukup untuk project satu ini. *karena saya belum ada Premiere waktu itu ==a...
Dan saya melakukan color correction, edit warna sini situ, dan begonya karena gak tau gimana, tiap scene aku render dulu, trus baru gabungin, render lagi. *padahal bisa kepengaruh ke kualitas, dan lama lagi render berkali - kali ==a...

Dan jadilah ini film singkat XD, dan saya senang banget, karena bisa merealisasikan dari semua jerih payah. Itu kayak something banget bisa menghasilkan sesuatu kayak gini, walaupun gak menang.

Karena dari sesuatu hal itu saya paling suka pada prosesnya, walaupun hasilnya saya juga suka XD.

Dan kata jurinya seh, film saya ini terlalu banyak dialog, sedikit action. Saya pikir seh benar juga. Tapi mau gimana lagi, skenario awalnya sudah aku bikin dengan agak buru - buru tanpa menganalisa ini itu. Dan juga aku sebenernya pengen mendapatkan koneksi dari penonton ke cerita melalui kata - kata, sedangkan pas waktu kumpul saya tidak memberikan subtitle, sehingga mungkin pesan yang ingin sampaikan gak nyampe atau gimana ==a...

Dan terakhir kali... enjoy-in aja filmnya. Ditonton yak, cuman 5 menit doang kok XD...


You may also like

Tidak ada komentar:

alijaya. Diberdayakan oleh Blogger.